Metode pemasangan tubing pada flow meter type D/P cell

Differential pressure transmitter adalah instrumentasi untuk mengukur aliran fluida pada pipa (flow), untuk keperluan ini dibutuhkan perangkat sensor yang disebut primary element, primary element tersebut yaitu Orifice Plates, Ventury tubes, Pitot Tube dan Annubars. Agar fluida proses dapat berinteraksi dengan diapraghma transmitter dibutuhkan alat penghubung yang lazim disebut impulse line yaitu berupa pipa kecil yang dinamakan tubing, umumnya tubing yang dipergunakan berukuran 12mm atau ½ inchi tergantung dari spesifikasi proyek yang berlaku. Dalam hal pemasangan impulse line ini bukan hanya teknik menyambung tubing atau segi estetika nya saja yang perlu diperhatikan, melainkan lebih daripada itu ada aturan standard yang harus dipenuhi dengan mempertimbangkan sifat-sifat fluida yang akan diukurnya.

Berikut ini adalah penjelasan cara pemasangan tubing berdasarkan jenis fluidanya

1. Hook up tubing untuk fluida cair, karena sifat cairan yang cenderung mengalir ke bawah atau dalam istilah prosesnya mempunyai sifat auto drain maka impulse line untuk Differential transmitter flowmeter pada proses fluida cair dipasang mengarah kebawah seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

DP untuk liquid

2. Untuk fluida berphase gas, karena sifat gas yang cenderung menekan ke atas atau disebut gas mempunyai sifat auto vent, maka impulse line pada proses gas dipasang mengarah ke atas seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini;

DP untuk gas

3. Sementara itu ada metode pemasangan lain yang membutuhkan perhatian ketika akan memasang impulse line dari primary element ke transmitter, yaitu pada proses bersuhu tinggi, untuk mencegah agar panas dari fluida tidak berinteraksi dengan dipraghma transmitter maka dipasanglah peredam yaitu berupa seal pot, dimana ke dalam seal pot ini akan dimasukkan fluida yang bersuhu normal. Lihat contoh pemasangan impulse line untuk proses steam yang nampak pada gambar dibawah ini;

DP untuk steam

Selain letak transmitter apakah harus dibawah primary element atau harus diatas primary element, arah flow juga harus diperhatikan pada saat pemasangan tubing, karena arah ini berkaitan dengan koneksi tubing ke transmitter, dimana sisi High daripada transmitter harus disambungkan ke sisi upstream pipa dan sisi Low daripada transmitter dikonek ke pipa bagian downstream.
Melengkapi keterangan tentang tubing, satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi tubing, material tubing harus dipertimbangkan mengacu pada sifat fluida yang akan bersentuhan dengan tubing tersebut , seperti untuk fluida korosif diperlukan tubing dari material Alloy, untuk proses dengan tekanan sangat tinggi dibutuhkan tubing dari material SF 545 dan sebagainya.
Orifice sebagai salah satu primary element ,mempunyai beberapa bentuk diantaranya Concentric, Eccentric dan segmental.
Concentrik orifice mempunyai lubang tepat dibagian tengah plate secara simetric, model ini cocokuntuk dipakai pada fuida berphasa liquid, gas dan steam. Eccentric orifice lobang orificenya berada pada posisi tidak simetris alias eccentric, model ini cocok untuk pengukuran viscous dan slurry. Segmental Orifice ditunjukkan dengan bentuk lobang ditengahnya yang berbentuk segment dari sebuah lingkaran, jadi lubangnya tidak berupa lobang penuh, model ini cocok untuk collidial dan slurry.
Lihat gambar dibawah ini yang memperlihatkan model daripada tiap-tiap Orifice.

orifice shape

Orifice dipasang diantara dua flanges, lobang pada flange tempat dimana koneksi dengan tubing dilakukan disebut tapping point. Pada bagian Orifice yang dinamakan holder terdapat identifikasi berupa tulisan gravier, biasanya informasi yang tertulis berupa data Orifice seperti tag number, diameter orifice, nama material dari bahan apa orifice dibuat, tulisan INLET sebagai petunjuk kalau sisi tersebut harus dipasang dibagian High. Demikian minimum identitas yang biasanya ditemukan pada orifice, sedang untuk mengetahui spesifikasi lebih detail setiap orifice mempunyai lembaran data sheet yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat orifice tersebut.
Demikian posting tentang cara pemasangan impulse line untuk differential flow transmitter, semoga bermanfaat.  Simak juga artikel terkait tentang cara kalibrasi transmitter DP type untuk pengukuran flow pada tulisan  berjudul “Cara kalibrasi square root transmitter”

One thought on “Metode pemasangan tubing pada flow meter type D/P cell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *