Apa itu Partial Stroke Test ?

Latar belakang Partial Stroke Test ?

Partial Stroke Testing atau PST adalah sarana untuk menguji kehandalan valve dalam sistim control pabrik. Valve yang harus diuji dengan cara partial ini adalah valve-valve yang dikategorikan sebagai “ESD valve”.

Latar belakang dari lahirnya metoda testing valve dengan cara PST ini yaitu karena seriing terjadi sebuah valve mengalami kemacetan secara mekanis atau dengan kata lain valve  tidak bergerak ke posisi yang diinginkan ketika signal pneumatic maupun signal listrik diberikan. Salah satu faktor yang menyebabkan valve macet yaitu akibattidak bergerak  dalam waktu yang cukup lama, sehingga ada bagian  yang melekat satu sama lain. Kondisi ini terjadi pada valve yang berfungsi sebagai ESD valve yaitu valve yang hanya akan bergerak ketika unit produksi  mengalami shutdown. Oleh karena valve hanya diijinkan bergerak pada saat unit shutdown maka  metode Partial Stroke Test harus diterapkan, dalam metode testing ini valve akan di perintahkan untuk bergerak sebagian hingga batas tertentu yang diperhitungkan aman bagi kelangsungan beroperasinya proses,  biasanya maksimal 20% pergerakan yang diijinkan.

Metode PST konvensional

Pada awal terlahirnya metode  testing valve partial hanya bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan menambahkan beberapa komponen pada hook up ON-OFF valve dimana PST akan diterapkan. Untuk mengurangi resiko valve bergerak melebihi batas tertentu dipasang pula pembatas mekanik (mechanical stopper) sehingga valve hanya akan bergerak sampai dengan batas yang diharapkan. Lihat contoh perlengkapan yang dipasang pada valve dengan fasilitas PST manual.

Keterangan gambar:

  1. LS 1 adalah limit switch untuk indikasi status valve terbuka penuh 100%.
  2. LS2 adalah limit switch untuk indikasi batas PST misalnya 90%.
  3. ESD SOV adalah solenoid yang berfungsi untuk mengoperasikan valve dalam keadaan normal, energize berarti SOV port 2 terhubung ke port 1 dan deenergize berarti port 2 terhubung ke port 3.
  4. PST SOV adalah solenoid yang dipergunakan pada saat melakukan PST, pada saat SOV ini deenergize port 1 terhubung ke port 2 sedang pada saat energize berarti SOV tertutup atau port 2 tidak terhubung ke port 1, jadi type SOV ini Normaly Open.
  5. Manual Operated SOV adalah Solenoid yang dapat dioperasikan secara manual, fungsi daripada SOV ini untuk mengeluarkan air supply dari actuator agar valve bergerak kearah PST limit dalam hal ini ke posisi 90%.

Cara mengoperasikan PST pada valve dengan aransement diatas bagai berikut;
Pertama-tama pembatas mekanis dipasang pada salah satu bagian body valve, agar valve tidak bergerak hingga menutup penuh.
Dalam keadaan normal ESD SOV energize dan valve terbuka penuh 100% indikasi ini di tunjukkan oleh LS1.
Ketika eksekusi PST di mulai PST SOV akan energize berarti akan menutup.
PG akan menunjukkan kondisi air supply pada actuator jika terjadi penurunan pembacaan tekanan berarti ada kebocoran yang harus diperbaiki, jika pembacaan PG tetap maka eksekusi PST dapat dilanjutkan.
Mengacu pada indikasi PG Manual Operated SOV dioperasikan untuk menurunkan tekanan pada actuator sampai valve bergerak ke posisi batas PST yaitu 90%.
Ketika valve menyentuh posisi batas PST 90% secara otomatis Manual Operated SOV akan menutup, PST SOV akan deenergize sehingga normal air supply kembali ke actuator sebagaimana keadaan normal.

Demikian tahapan PST konvensional yang diterapkan pada eksekusi PST dimasa lampau, untuk saat ini aktivitas Partial Stroke Test sudah bisa dilakukan secara lebih simpel dan aman dengan diciptakannya perangkat berupa positioner yang memiliki fitur PST, simak penjelasan lengkapnya pada artikel DVC 6200 Positioner dengan fitur PST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *