Mengenal Serat Alam Bahan baku Kerajinan Tangan

Indonesia memiliki sangat banyak kekayaan alam, kenyataan ini menghasilkan banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan tangan dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif dan selalu berkembang. Oleh karena itu tidak heran jika negara kita dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan mesin. Produk kerajinan merupakan hasil dari olah rasa dan karsa manusia, didukung dengan wilayah negara yang luas serta berbagai keanekaragaman budaya masyarakatnya maka semua itu menjadi modal munculnya banyak produk kerajinan. Salah satu diantara jenis kerajinan tangan produk masyarakat kita yang sudah terkenal adalah produk kerajinan tangan dari bahan serat alam.

Bahan serat alam adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh, istilah serat  sering dikaitkan dengan sayur-sayuran dan buah-buahan, pada umumnya orang mengenal bahan makanan serat sebagai bahan makanan yang baik untuk kesehatan sistim pencernaan tubuh, lebih daripada itu bahan makanan serat juga bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kerajinan tangan.

Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan dan mineral.

Serat dari tumbuhan dapat dibagi lagi menjadi 4 jenis berdasarkan dari bagian mana dari sebuah pohon bahan tersebut berasal;

  1. Serat dari biji, ada biji-bijian tertentu yang memenuhi syarat untuk diolah menjadi bahan baku produk kerajinan, sebagai contohnya , biji dari pohon kapas dan kapuk.
  2. Yang kedua serat dari batang, struktur batang yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya, jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun yang tidak berkambium, contohnya batang pohon anggrek,  melinjo,  mahkota dewa, dan batang beringin.
  3. Dari daun tumbuhan, pohon yang dapat diolah sebagai bahan serat dari daunnya tidaklah banyak, namun banyak orang yang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil contohnya serat daun mending, purun tikus, daun nanas, daun pandan, daun eceng gondok, daun abaka dan daun henequen
  4. Serat berasal dari buah, ada tumbuhan yang memiliki buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam, salah satu contohnya adalah kelapa.  Kelapa memiliki serabut yang melapisi buah  yang dapat digunakan sebagai bahan serat.

Adapun bahan serat dari hewan sebagai contohnya adalah bahan untuk membuat kain dari bulu binatang. Biasanya serat dari hewan banyak disukai oleh masyarakat di negara-negara Eropa, karena sifat serat hewan yang menghangatkan, sehingga orang-orang yang tinggal didaerah musim dingin sangat menyukai serat ini.

Contoh lain bahan baku kerajinan dari serat adalah serat dari filament, filament merupakan serat yang berbentuk jaringan contohnya serat yang berasal dari larva ulat sutra yang digunakan untuk membentuk kepompong,  kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang.

serat alam ulat sutera
kepompong ulat sutera

Sebelum membuat produk kerajinan tentunya pengrajin harus melakukan proses pengolahan terhadap bahan tekstil, proses pengolahan masing-masing bahan tekstil secara umum sama, pengolahannya dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Langkah-langkah pengolahan bahan serat pada umumnya adalah sebagai berikut;

Yang pertama langkah pemintalan, benang dari proses pemintalan serat akan dilanjutkan ke pengolahan kapas menjadi benang.
Kedua adalah langkah penggulungan dimana benang yang dihasilkan dari proses pemintalan digulung menggunakan alat penggulung benang.
Lalu dilanjutkan dengan proses pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat, selanjutnya benang akan dikeringkan dan di tenun menjadi kain. Bahan yang sudah menjadi kain inilah yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan termasuk membuat aneka kerajinan tangan.
Karena bahan bakunya terbuat dari serat maka kerajinan tangan dengan bahan alam termasuk produk yang banyak disukai, seringkali dianggap sebagai barang yang memiliki nilai jual tinggi karena bahan bakunya yang khas, meskipun pada kenyataannya sekarang produk kerajinan yang dihasilkan banyak juga yang di produksi besar-basaran dengan menggunakan mesin produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *