7 Sikap Kiat Sukses Diterima Kerja-Bagian Ketiga. Ada pepatah Cina yang mengatakan “Orang lemah menunggu kesempatan, orang kuat menciptakan kesempatan tetapi orang bijak memanfaatkan kesempatan”
Kira-kira ada dimanakah posisi kita ketika dihubungkan dengan tiga pilihan diatas?
Apakah kita termasuk pihak yang lemah, lemah secara modal, lemah dalam hal network atau relasi, atau lemah dalam masalah gagasan dan ide-ide.

Kalaupun jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu adalah iya, maka tidak cukup alasan bagi kita untuk hanya menunggu-nunggu datangnya kesempatan.
Di bagian ini penulis ingin berbagi kisah nyata seperti yang sudah dijanjikan pada halaman iklan yang membujuk teman-teman untuk mengeluarkan sejumlah uang kecil hingga bisa sampai di halaman ini.
Saat ini saya sudah memasuki usia pensiun setelah lebih dari 35 tahun bekerja sebagai pegawai, Dalam kurun waktu tersebut saya sudah bekerja di beberapa perusahaan di Indonesia dan di Timur Tengah yaitu di Arab Saudi, di Qatar dan di Abu Dhabi.
Saya yakin kita semua setuju bahwa 35 tahun adalah waktu yang cukup panjang dalam perjalanan hidup seseorang, demikian pula bagi saya, selama rentang waktu tersebut banyak sekali kisah suka dan duka yang saya alami, diantaranya tentu ada pengalaman-pengalaman yang bermanfaat untuk dibagi.
Pengalaman bekerja di negeri orang mengajari saya bagaimana berkompetisi, karena rival kita bukan hanya teman dari satu negara melainkan komunitas yang datang dari berbagai negara, dengan watak dan behaviour yang beragam, Di situlah kita belajar bagaimana mengendalikan atau mengontrol kepribadian agar bisa beradaptasi dengan tuntutan lingkungan.
Terakhir bekerja tahun 2021 di perusahaan gas di Timur Tengah, resign dengan alasan ada masalah keluarga, namun sesungguhnya karena adanya pembatasan pulang cuti sehubungan situasi lockdown di masa covid 19.
Resign dalam suasana dunia usaha sedang serba sulit, PHK besar-besaran terjadi dimana-mana, bisnis perdagangan lesu, tentu bukan suatu keputusan yang bijak, bahkan bisa di katakan sebagai suatu keputusan sembrono dan nekad.
Memang demikian adanya apabila saya hanya memiliki mindset “harus menjadi pegawai untuk mendapatkan uang” padahal sesungguhnya menjadi pegawai bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan income.
Berbekal ilmu internet marketing yang sebelumnya sudah saya miliki, saya memulai dunia baru, menjual barang di market place, membuat blog adsense, jualan di etsy salah satu market place luar negeri, kemudian berkembang berjualan dengan iklan di facebook, dan jujur saja saya baru sampai disitu, padahal masih banyak sekali peluang lain di internet ada bisnis di media tiktok,iklan di instagram, email marketing dan berbagai cara lain yang belum saya jalani.
Setelah beberapa waktu saya merasakan “gurihnya earning money from internet” (ini istilah untuk rezeki halal dikalangan entrepreuneur), saya menyimpulkan bisnis di internet atau bisnis digital itu sebenarnya sederhana, kita akan memperoleh penghasilan jika kita bisa mempersembahkan nilai tambah yang membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.
Agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan terlebih dahulu kita harus memberi manfaat kepada orang lain, atau dengan kata lain agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus lebh dulu memberikan apa yang orang lain inginkan, jadi apa saja yang membuat kehidupan menjadi lebih baik, lebih mudah, lebih indah akan sangat dibutuhkan oleh banyak orang, sedangkan di mana ada kebutuhan berarti disitu terbuka kesempatan.
Contoh sederhana dengan membuat blog yang bermanfaat, ada peluang untuk memperoleh pendapatan sebagai publisher adsense, atau dengan konsisten membuat konten di youtube yang di monetisasi, membuat konten di facebook pro yang di monetisasi, menjual gambar kreative di www.canva.com, sharing ilmu di www.studypool.com, berbagi ceritera di https://clicky.id. menjual materi kursus di www.udemy.com dan masih banyak lagi.
Jika dalam dunia usaha sikap “Melihat adanya kesempatan” dapat menjadi inspirasi untuk menemukan berbagai peluang bisnis, maka dalam dunia kerja sikap ini merupakan bahan bakarnya dalam meraih sukses, baik untuk menggapai sukses dalam mencari pekerjaan baru atau ketika ingin sukses dalam meraih posisi baru yang lebih baik.
Metodenya sama seperti yang dilakukan pada saat menjalankan bisnis di internet yaitu bilamana kita bisa memberikan manfaat, maka kita akan mendapatkan buahnya, dalam hal ini berupa posisi yang dicita-citakan atau pekerjaan yang diinginkan.
Sikap Melihat adanya kesempatan bagi calon pegawai akan datang ketika proses penerimaan sampai pada tahapan interview, di akhir sesi biasanya tim recruitment akan memberikan waktu kepada calon pegawai untuk bertanya atau menyampaikan pesan-pesan. Dalam momen ini calon pegawai harus menunjukkan kepada tim rekrutmen bahwa dia bisa memberikan solusi terhadap masalah yang ada di perusahaan.
Sikap Melihat adanya kesempatan bagi anda yang sedang mengejar posisi tertentu diperusahaan, caranya tidak berbeda dengan apa yang harus dilakukan oleh calon pegawai yang ingin diterima di perusahaan, yaitu dengan menunjukkan bahwa anda bermanfaat bagi perusahaan, menunjukkan bahwa anda cocok untuk menduduki posisi yang di inginkan tersebut, menunjukan dedikasi yang baik, berkontribusi lebih dari rata-rata pegawai lain yang selevel di organisasi anda.
Kemudian setelah anda merasa layak untuk mendapatkannya, jangan biarkan keinginan itu tanpa diketahui oleh siapapun, atau malah sebaliknya mengumbar hasrat tersebut kepada rekan kerja dan orang-orang yang sama sekali tidak bisa membantu anda, kesalahan seperti ini seringkali dilakukan oleh para pegawai yang menginginkan posisi tertentu namun tidak kunjung mendapatkannya. Cara yang tepat adalah menyampaikannya melalui hirarki yang benar, melalui pihak berwenang yang mewakili management perusahaan misalnya melalui pimpinan langsung atau melalui bagian HRD perusahaan .
Dalam hubungannya dengan keberanian menyampaikan keinginan diatas, saya teringat pada joke yang mengatakan “orang tua akan lebih perhatian kepada bayi yang menangis” jadi sampaikanlah keinginan anda pada pimpinan atau orang yang berwenang di perusahaan, konteknya bukan mengemis melainkan menawarkan diri karena sudah membekali diri dengan kompetensi yang sesuai untuk posisi yang di minta tersebut.
Baca artikel sebelumnya dan artikel selanjutnya