Tips menghadapi gaya hidup “New Normal” efek pandemi Covid-19

Gaya hidup new normal adalah tatanan hidup baru efek pandemi Covid-19, prakteknya yaitu menerapkan perubahan perilaku dalam menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Prinsip utama dari gaya hidup new normal adalah menyesuaikan diri dengan pola hidup yang baru. Pola hidup baru yang dimaksud adalah beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik, menjaga jarak fisik (physical distancing), menghindari kerumunan, lebih menjaga kebersihan, menggunakan masker dan hand sanitizer, serta bekerja, beribadah, belajar, dan berbisnis dari rumah.

Inilah 5 tips yang dianjurkan untuk diterapkan dalam menyikapi adanya wabah virus corona Covid-19 sementara roda kehidupan tetap harus berjalan dalam situasi new normal;

  1. Lebih menjaga kesehatan

Sebagian masyarakat akan lebih memperhatikan kesehatan dengan mengalokasikan dana mereka untuk asuransi atau menyisihkan dana jika harus berobat/sakit.

  1. Lebih memperhatikan kebersihan

Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer menjadi hal baru yang wajib dilakukan. Bahkan, untuk membeli kebutuhan sehari-hari, masyarakat menghindari transaksi menggunakan uang kertas dan beralih dengan belanja online menggunakan e-wallet.

  1. Berhati-hati dalam mengatur utang

Belajar dari kisah viral karyawan bergaji 80 juta yang terlilit utang, masyarakat menjadi lebih mawas diri dalam berhutang dan lebih efisien dalam mengelola keuangannya untuk menghindari dampak negatif pandemi.

  1. Menyiapkan dana darurat

Sampai saat ini, dunia masih dihadapkan dengan ketidakpastian karena vaksin Corona Covid-19 belum ditemukan. Artinya, masyarakat perlu mempersiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

  1. Mencari penghasilan tambahan

Kondisi pandemi menyadarkan masyarakat akan pentingnya mencari sumber penghasilan tambahan. Sumber penghasilan baru tersebut dapat dimulai dari minat atau kemampuan yang dimiliki. Masyarakat dapat mulai mencoba, bereksperimen, dan bereksplorasi dengan memanfaatkan kemudahan teknologi.

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap teknologi, tidak terkecuali dalam pemanfaatan teknologi untuk berbisnis dan berinvestasi. Selain itu, situasi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik guna mengantisipasi kebutuhan di masa depan. Meskipun sudah ada rencana digiatkannya kembali aktivitas perekonomian, mengingat efek virus tidak akan sirna dengan begitu saja sehingga penting bagi siapapun baik pekerja maupun pelaku bisnis untuk mengikuti himbauan pemerintah mengenai new normal atau gaya hidup baru.

Pemerintah dan seluruh masyarakat dunia berharap kalau virus corona Covid-19 bisa ditanggulangi dengan ditemukannya vaksin penangkal virus, namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari badan kesehatan dunia yang menyatakan bahwa wabah virus corona sudah bisa diatasi, oleh karena itu dengan pertimbangan ekonomi dunia maka seluruh negara saat ini menerapkan model kehidupan gaya baru (New normal). Himbauan ini pada awalnya datang dari badan kesehatan dunia WHO yang kemudian diikuti oleh instruksi dari kepala negara di masing-masing negara. Kebijakan yang dirumuskan dan diberlakukan di tiap-tiap negara tentu saja tidak sama melainkan tergantung daripada situasi dan kondisi di negara yang bersangkutan.

Baca artikel terkait new normal di situs resmi WHO www.who.int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *