Pengetahuan dasar control valve

Control valve sebagai komponen instrumentasi yang ada hampir diseluruh pabrik industri terutama di industri migas, kimia dan petro kimia, control valve mempunyai banyak sekali ragamnya, tetapi pada dasarnya fungsi control valve adalah sebagai perangkat untuk mengatur besaran proses, adapun yang dimaksud besaran proses adalah suatu keadaan yang dapat menunjukkan kondisi proses yang sedang beroperasi, misalnya tentang besaran aliran nya yang dikenal dengan istilah Flow dalam instrumentasi, tentang besaran tekanannya atau Pressure, tentang besaran suhunya atau Temperature, tentang ketinggian isi sebuah tangki yang dikenal dengan istilah Level, dan ada beberapa besaran lain yang bisa dikontrol dengan menggunakan control valve.

Jenis-jenis control valve

Pengetahuan tentang control valve sangat luas sekali pembahasan tentang control valve dapat diuraikan berdasarkan banyak kriteria diantaranya:
Berdasarkan jenis katupnya control valve terdiri dari beberapa macam yaitu; globe valve, gate valve, butterfly valve, ball valve.
Sebagaimana kita ketahui control valve adalah perangkat yang bekerja untuk menutup dan membuka aliran tanpa mengandalkan tenaga manusia sebagai penggantinya ada perangkat lain yang dibutuhkan sebagai penggerak, perangkat tersebut adalah ACTUATOR, ada beberapa macam actuator berdasarkan pada tenaga penggeraknya yaitu pneumatic actuator (menggunakan tenaga angin), elektrik actuator (menggunakan tenaga listrik) dan hydrolik actuator (menggunakan tenaga tekanan oli)
Valve dengan actuator pneumatic yang bekerja dengan tenaga angin adalah jenis valve yang paling banyak digunakan, ada istilah sinyal pneumatik pada control valve model ini yaitu signal standard yang dipakai untuk menggerakan katup, signal pneumatic ini besarannya antara 3 Psi dan 15 Psi. Jadi valve ini untuk bekerjanya membutuhkan udara/ angin sebagai energy penggerak.
Dengan tambahan perangkat yang disebut IP converter valve pneumatic bisa menjadi valve elektrik, untuk valve elektrik ini signal yang digunakan adalah signal elektrik yang besarannya antara 4mA sampai dengan 20 mA
Lihat gambar IP converter dan prinsip dasar bagaimana IP converter bekerja mengendalikan control valve.

IP converter basic principle

A. Coil
B. Input signal (Electrik)
C. Magnet
D. Pegas
E. Tumpuan
F. Plaffer
G. Nozzle
F. Air Supply
G. Out put signal (Pneumatic)

 

 

 

Dari penjelasan tentang sinyal pneumatik dan elektrik ini dikenal istilah lain yang berhubungan dengan posisi katup dari pada control valve yaitu Failure Close ( FC) dan Failure Open (FO). Penjelasannya FC yaitu valve yang posisi katupnya menutup ketika tidak ada sinyal yang mengalir ke control valve dan FO yaitu valve yang katupnya membuka ketika tidak ada sinyal yang mengalir ke control valve. Gambar dibawah ini memperlihatkan control valve jenis FC.

FO valve

Yang disebut control valve hydrolik adalah valve yang bergerak dengan menggunakan tekanan oli, biasanya pemakaian tenaga oli sebagai penggerak ini diterapkan pada valve yang membutuhkan tenaga besar untk pergerakannya seperti pada contol valve pengatur bukaan gas pembakaran ke turbin (CGV/SRV), slide valve pada mesin chiller ( KV), dan lain-lain.
Berdasarkan model bergeraknya control valve terdiri dari; Rotary valve( yang bergerak memutar) dan Slider valve ( yang bergerak naik turun). Valve jenis rotary yaitu valve yang membuka dan menutupnya dengan bergerak memutar, biasanya dari 0 sampai 90 derajat putarannya, katup control valve jenis ini yaitu katup model ball dan butterfly, lihat contoh gambar valve rotary dan valve slider pada gambar dibawah ini:

slider and rrotary valve

Sedangkan control valve jenis slider gerakan membuka dan menutupnya adalah naik/ turun, model katup daripada control valve ini yaitu globe atau gate, penjelasan mengenai model katup sama seperti yang diterangkan pada artikel “ “Macam-macam valve”

Berdasarkan tugasnya dalam mengatur proses, control valve dibedakan ke dalam beberapa jenis yaitu: Flow valve (FV), Pressure valve (PV), Level Valve (LV), Temperature valve (TV), Analizer valve ( AV), Surge Valve (SV) dan lain-lain.
Gambaran sederhana tentang tugas control valve pada pengaturan proses dapat dilihat pada gambar dibawah ini dimana valve mengatur ketinggian isi tangki, control valve menggantikan tugas manusia untuk membuka dan menutup aliran.

Level tangki diatur oleh manusia
Level kontrol manual

Level tangki diatur oleh control valve
level kontrol otomatis
Dari gambar diatas kita melihat bahwa agar sebuah control valve dapat bekerja dengan sempurna diperlukan perangkat lain yang terhubung pada control valve tersebut, perangkat itu adalah perangkat sistim control yang dikenal dengan istilah instrumentasi. Sebagai contoh alat instrumentasi yang ada pada gambar diatas adalah; Level transmitter, level controller dan level valve ( LV). Baca artikel terkait tentang instrumentasi pada posting “Pengetahuan dasar instrumentasi”

 

 

2 thoughts on “Pengetahuan dasar control valve

  1. Hello

    YOU NEED QUALITY VISITORS FOR YOUR: jasaservis.net ?

    WE PROVIDE HIGH-QUALITY VISITORS WITH:
    – 100% safe for your site
    – real visitors with unique IPs. No bots, proxies, or datacenters
    – visitors from Search Engine (by keyword)
    – visitors from Social Media Sites (referrals)
    – visitors from any country you want (USA/UK/CA/EU…)
    – very low bounce rate
    – very long visit duration
    – multiple pages visited
    – tractable in google analytics
    – custom URL tracking provided
    – boost ranking in SERP, SEO, profit from CPM

    CLAIM YOUR 24 HOURS FREE TEST HERE=> ventfara@mail.com

    Thanks, Alice Pickering

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *