sb1m widget

Proximitor output vs Besaran vibrasi

  • Artikel ini dibuat sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan teknisi instrumentasi mengenai prosedur untuk melakukan simulasi signal vibrasi, vibrasi yang dimaksud dalam hal ini adalah perangkat vibrasi radial dengan sensor berupa proximity probe. Agar lebih mudah dalam memahami tulisan ini alangkah baiknya jika dipahami terlebih dahulu prinsif kerja vibrasi sensor pada artikel “Prinsif kerja displacement vibrasi sensor”. Output berupa tegangan yang dikeluarkan oleh proximitor merupakan besaran  yang nilainya sebanding dengan indikasi vibrasi pada layar monitor, table di bawah ini menunjukkan contoh korelasi proximitor output dengan bacaan besarnya vibrasi pada monitor:
    Output Proximitor Indikasi Vibrasi
    121 mVAC RMS 43,50 micron
    135 mVAC RMS 48,49 micron
    155 mVAC RMS 55,61 micron
    162 mVAC RMS 58,18 micron

    Dengan memperhatikan table diatas maka muncul pertanyaan,  bagaimanakah hubungan nilai besaran output proximitor dengan nilai vibrasi tersebut?

    Berikut ini adalah penjelasannya.
    Output daripada proximitor diukur dengan menggunakan alat AVO meter atau Digital Volt Meter (DVM) dengan cara meletakan probe DVM pada terminal COM dan OUT seperti terlihat pada gambar dibawah ini;

    besaran tegangan yang terbaca pada alat ini adalah berupa tegangan root mean sequare atau Voltage RMS atau tegangan AC RMS. Output proximitor yang dinyatakan dalam tegangan root mean square harus di konversi dulu menjadi tegangan Peak to Peak, caranya sebagai berikut;
    Untuk memperoleh nilai tegangan peak to peak ubah dulu besaran dalam tegangan root mean square (V AC RMS) menjadi besaran dalam  tegangan maximum  (V Max) yaitu dengan mengalikan V AC RMS  dengan angka 2root2 atau dalam decimal 2root2 nilainya sama dengan 1,414.

    Contoh;
    Nilai 135 mV AC RMS  equivalen dengan  135 x 1,414  = 190,89 Vmax
    Nilai 155 mV AC RMS  equivalen dengan  155 x 1,414  = 219,17 Vmax
    Nilai 162 mV AC RMS  equivalen dengan  135 x 1,414  = 229,07 Vmax
    dan seterusnya

    Langkah selanjutnya adalah mengkonversi nilai Volt Max kedalam nilai Volt p/p caranya sederhana yaitu dengan mengalikan nilai Vmax dengan angka 2.

    Contoh;
    Nilai  190,89 Vmax  equivalen dengan  190,89 X 2 = 381,78 V p/p
    Nilai  219,17 Vmax  equivalen dengan  219,17  X 2 = 438,34 V p/p
    Nilai  229,07 Vmax  equivalen dengan  229,07 X 2 = 458,14 V p/p
    dan seterusnya.

    Sampai disini kita sudah dapat mengetahui cara mengubah besaran dari unit Voltage RMS ke dalam unit Voltage Peak to Peak. Langkah ini diperlukan karena rumus konversi tegangan terhadap vibrasi  terdiri dari factor Voltage peak to peak dan nilai scala factor, persamaan dibawah ini menunjukan hubungan tersebut:

    —-Besaran Vibrasi (micron)= Tegangan Peak to Peak (mV p/p) X  Scale Factor —–

    Selanjutnya setelah kita mengetahui nilai voltage Peak to Peak, untuk mengetahui berapa nilai vibrasinya masih diperlukan lagi langkah perhitungan, yaitu sebagai berikut:
    Pertama2 kita cari nilai skala factor daripada perangkat yang dipergunakan, biasanya informasi ini tercantum pada label yang menempel di body proximitor. Dalam contoh ini kita ambil nilai skala factor nya 200mV/mill.
    Nilai 200mV/mill setara dengan 200mV/25,4 microns atau dengan kata lain tiap 1 mV sama dengan 0,127 microns.
    Nilai untuk diingat “1 mVp/p sama dengan 0,127 microns !
    Akhirnya kita bisa memperoleh  nilai besaran vibrasi yaitu dengan mengalikan mV p/p  dengan angka 0,127.
    Tabel dibawah ini merupakan contoh hasil konversi out put proximitor yaitu mV AC RMS sampai menjadi nilai vibrasi dalam unit micron

    Tabel konversi voltage vs vibrasi




  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *