www.jasaservis.net menyediakan Halaman Promosi Gratis Silahkan kirimkan Formulir Permohonan dan kami akan langsung memuat informasi usaha anda

Mengenal Instrumentasi Pengukur Suhu

Author - April 30, 2016

Temperature atau suhu adalah sebutan untuk ukuran panas, panas atau dinginnya benda seperti plastik, kayu, logam, atau bahan lain tergantung pada aktivitas molekul dalam benda tersebut, sedang molekul terbentuk daripada atom-atom, oleh karena itu suhu merupakan ukuran energy kinetic yang terjadi pada atom-atom yang membentuk benda tersebut.
Untuk mengetahui suhu suatu benda dari yang paling sederhana seperti suhu ruangan, suhu air radiator kendaraan hingga suhu komponen inti pada fasilitas nuklir diperlukan perangkat pengukur suhu, type daripada alat pengukur suhu sangat beragam tetapi cara kerjanya semua sama yaitu mengukur energy kinetic pada benda yang diukur panasnya.
Sebagai contoh termometer ruangan yang berupa tabung kaca berisi cairan air raksa atau cairan lain, prinsip kerjanya, bacaan temperature diketahui dengan mengamati permukaan cairan dalam tabung, permukaan cairan naik ketika panas bertambah karena seiring dengan naiknya panas energy kinetic pada atom-atom dalam cairan juga meningkat, sebaliknya ketika panas turun permukaan cairan akan turun karena energy kinetik pada atom-atom dalam cairan juga berkurang.
Karena suhu adalah salah satu parameter yang paling penting daripada benda, banyak instrument telah dikembangkan untuk mengukur suhu. Salah satu jenis detektor yang digunakan adalah resistan temperatur detektor (RTD). RTD banyak digunakan di sector industri untuk mengukur suhu proses, seperti dipabrik petrokimia, oil and gas, tekstil, bahkan di fasilitas energy nuklir.
RTD tersusun dari bahan logam murni homogen yang mempunyai sifat stabil terhadap perubahan panas pada range tertentu, dan mampu menghasilkan bacaan yang linear pada semua tingkatan suhu. Hanya material tertentu yang cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar RTD diantaranya adalah platinum, copper, atau nickel, sifat daripada metal-metal ini diantaranya memiliki koofesien tahanan yang tinggi, mempunyai karakteristik kenaikan suhu proporsional dengan kenaikan resistan, serta punya kemampuan bereaksi terhadap panas dengan form yang sama secara berulang-ulang.
Koefisien tahanan adalah perubahan resistansi per derajat perubahan suhu, biasanya dinyatakan sebagai persentase per derajat suhu. Nilai koofesien tahanan merupakan salah satu ukuran yang menjadi syarat agar bahan suatu material bisa dipakai untuk membuat sebuah RTD.
Kurva di bawah ini menunjukkan hubungan suhu dengan resistance daripada beberapa material pembuat RTD

RTD kurva suhu vs tahanan

Elemen RTD umumnya berbetuk panjang, berupa kawat tertanam pada insulator, kemudian bagian luarnya dibungkus metal. Kontruksi RTD nampak pada gambar dibawah ini:

RTD kontruksi

Desain pada gambar diatas menunjukkan element yang tertanam pada insulator porslen, adapun fungsi daripada insulator yaitu untuk mencegah short sirkuit diantara kedua kawat elemen, atau short sirkuit diantara kawat elemen dengan bungkus metal.
,
Inconel (iron-nickel-chromium alloy) banyak digunakan pada pembuatan RTD untuk pembungkus karena inconel tahan karat, selain itu juga inconel mempunyai sensitivitas yang baik terhadap kenaikan temperature. Sementara kenaikan temperature akan menyebabkan platinum yang terpasang pada bagian sensor RTD respond terhadap perubahan resistance,
Perubahan resistance ini yang kemudian akan di konversi kedalam unit bacaan temperature, perangkat yang dipakai untuk alat konversi adalah berupa transmitter temperature yang dikalibrasi sesuai dengann kebutuhannya.

Termocople adalah jenis perangkat sensor pengukur suhu lain selain RTD, perangkat ini
dibangun dari 2 buah metal yang memiliki koofesien muai yang berbeda yang kemudian di satukan salah satu ujungnya, sementara ujung lainnya  menjadi bagian yang mengeluarkan output. Kehandalan thermocouple di tentukan oleh perbedaan termoelektrik dari kedua bahan yang membangunnya, semakin besar perbedaan termoelektriknya maka termokopel akan mempunyai performance yang semaikin baik. Sebuah termokople dapat terbentuk dari kombinasi 2 metal yang bervariasi seperti ,Nickel-Molybdenum, Chromel-Alumel, Tungsten-Rhenium dll. Agar kombinasi tersebut mudah untuk diidentifikasi maka type termokople di beri nama yang spesifik misalmya termokople type B, type K,Tipe S dan lain lain.
Gambar dibawah ini menunjukkan kontruksi sebuah termokople

TC kontruksi

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also likeclose